Jumat, 25 Maret 2016

Ngaji



Gus Haidar Hannan                                                                                      Jum’at Pagi,18 Maret 2015
3 Pertanyaan diantara pertanyaan-pertanyan kubur oleh malaikat Munkar & Nakir A’laihima assholatu wassalam:
-Man Robbuka
-Wa Ma Diinuka
-Man Nabiyyuka
               
Yang  menjawab  semua pertanyaan ini bukanlah otak. Kalau otak yang menjawab,pastilah apa yang di ucapkan di mulut tak sesuai dengan otak. Namun yang menjawab semua ini adalah Hati. Bila hati yang menjawab ,pasti mulut  menjawabnya sesuai. Otak masih bisa membohongi,kalau hati tak bisa dibohongi.
                Hati ibarat gelas. Apabila yang diisi teh, maka yang tumpah teh. Apabila kopi, pastilah yang tumpah kopi. Apabila hati ini diisi dengan Allah, selalu ingat Allah, selalu takut kepada Allah, maka yang tumpah adalah Allah. Dan tumpahan itulah yang pastinya untuk dijawab kepada malaikat. Maka dari itu, harus banyak berdzikir kepada Allah SWT.
                Pertanyaan yang dilontarkan kepada kita nanti di alam kubur seperti orang pidana yang masuk kedalam penjara. Habis tertangkap, langsung dimasukkan ke dalam ruangan dimana ruangan itu gelap,rapat dan nyaris hampa udara. Lalu tiba dua orang yang tak dikenal. Mereka membawa senjata untuk memukuli seorang pidana tersebut. "Siapa namamu ?", tanya orang itu. Saking takutnya, narapidana tersebut tak bisa menjawab pertanyaannya, padahal namanya pun tak bisa menjawab.

Apa lagi nanti saat kita ditanyai “siapa tuhanmu”, dan yang menayai itu adalah Malaikat Munkar dan Nakir yang perupaan bentuk tubuhnya begitu sangat menakutkan. Kita setiap hari menyebutkan  nama Allah dalam sholat,dzikir,berdo’a dan ibadah lain-lainnya. Apakah kita dapat menjawabnya?
                Apa Agama itu? Agama adalah jalan atau cara hidup seorang hamba. Apabila agama yahudi, pastilah kita mengikuti dan meniru kebiasaan orang yahudi. Apabila kita agama Nasrani pastilah kita mengikuti dan meniru kebiasaan orang Nasrani. Begitu juga apabila kita agama islam, pastilah kita mengikuti kebiasaan orang islam. Yaitu sholat, zakat, puasa dibulan Romadhon, haji, shodaqoh dll. Kita mengaku iman agama islam, Kita mengaku iman kepada Allah SWT. Tapi kita melakukan kebiasaan orang  Yahudi, orang Nasrani. Pastilah nanti yang yang kita jawab “Apa agamamu ? ”,kita menjawab agama yahudi atau nasrani. Padahal, agama yang di sisi Allah SWT. Adalah Agama Islam. Dan selain Agama Islam tak bisa masuk surga Allah. Terus apakah kita tak mau masuk kedalam surga Allah?. Maka dari itu, jangan sampai kita meniru kebiasaan agama selain agama kita, yaitu Islam.
                Nabi kita  adalah Nabi Muhammad. Nabi Muhammad lah yang harus kita jadikan panutan dalam hidup kita, contoh kita dalam melakukan segala hal. Mulai bangun tidur, berkegiatan sampai tidur lagi. Kalau kita mengikuti ulama’. Ya hal itu dalam rangka mengikuti ajaran nabi. Nabi tidak cukup kalau kita jadikan sebagai imam,namun harus menjalani sunnah nabi pula. Nabi Muhammad selalu menjaga lisan,perbuatan dan hati. Tidak pernah berbuat kemaksiatan, kedzoliman, menggunjing orang lain, dan tidak pula membatinkan perbuatan orang lain yang kurang benar. Namun, Apakah kita sudah menjaga lisan, hati, perbuatan kita sendiri ?. sedikit-sedikit  kita menggunjing orang, meyakiti hati orang lain. Apakah kita sudah sama dengan akhlak Baginda Rasul ?. Jadi, Apakah kita dapat menjawab pertanyaan malaikat ”Siapa Panutanmu ?”....
                                                                                                                                               
 Wallahu A’lam bisshowab

2 komentar: