Gus Haidar Hannan Jum’at
Pagi,18 Maret 2015
3 Pertanyaan diantara
pertanyaan-pertanyan kubur oleh malaikat Munkar & Nakir A’laihima assholatu
wassalam:
-Man Robbuka
-Wa Ma Diinuka
-Man Nabiyyuka
Yang menjawab semua pertanyaan ini bukanlah otak. Kalau otak yang menjawab,pastilah apa yang di ucapkan di mulut tak sesuai dengan otak. Namun yang menjawab semua ini adalah Hati. Bila hati yang menjawab ,pasti mulut menjawabnya sesuai. Otak masih bisa membohongi,kalau hati tak bisa dibohongi.
Hati
ibarat gelas. Apabila yang diisi teh, maka yang tumpah teh. Apabila kopi,
pastilah yang tumpah kopi. Apabila hati ini diisi dengan Allah, selalu ingat
Allah, selalu takut kepada Allah, maka yang tumpah adalah Allah. Dan tumpahan
itulah yang pastinya untuk dijawab kepada malaikat. Maka dari itu, harus banyak
berdzikir kepada Allah SWT.
Pertanyaan
yang dilontarkan kepada kita nanti di alam kubur seperti orang pidana yang
masuk kedalam penjara. Habis tertangkap, langsung dimasukkan ke dalam ruangan
dimana ruangan itu gelap,rapat dan nyaris hampa udara. Lalu tiba dua orang yang
tak dikenal. Mereka membawa senjata untuk memukuli seorang pidana tersebut. "Siapa namamu ?", tanya orang itu. Saking takutnya, narapidana tersebut tak bisa menjawab pertanyaannya, padahal namanya pun tak bisa menjawab.
Apa lagi nanti saat
kita ditanyai “siapa tuhanmu”, dan yang menayai itu adalah Malaikat Munkar dan
Nakir yang perupaan bentuk tubuhnya begitu sangat menakutkan. Kita setiap hari
menyebutkan nama Allah dalam sholat,dzikir,berdo’a
dan ibadah lain-lainnya. Apakah kita dapat menjawabnya?
Apa Agama itu? Agama adalah
jalan atau cara hidup seorang hamba. Apabila agama yahudi, pastilah kita
mengikuti dan meniru kebiasaan orang yahudi. Apabila kita agama Nasrani
pastilah kita mengikuti dan meniru kebiasaan orang Nasrani. Begitu juga apabila
kita agama islam, pastilah kita mengikuti kebiasaan orang islam. Yaitu sholat,
zakat, puasa dibulan Romadhon, haji, shodaqoh dll. Kita mengaku iman agama
islam, Kita mengaku iman kepada Allah SWT. Tapi kita melakukan kebiasaan orang Yahudi, orang Nasrani. Pastilah nanti yang
yang kita jawab “Apa agamamu ? ”,kita menjawab agama yahudi atau nasrani.
Padahal, agama yang di sisi Allah SWT. Adalah Agama Islam. Dan selain Agama
Islam tak bisa masuk surga Allah. Terus apakah kita tak mau masuk kedalam surga
Allah?. Maka dari itu, jangan sampai kita meniru kebiasaan agama selain agama
kita, yaitu Islam.
Nabi kita adalah Nabi Muhammad. Nabi Muhammad lah yang
harus kita jadikan panutan dalam hidup kita, contoh kita dalam melakukan segala
hal. Mulai bangun tidur, berkegiatan sampai tidur lagi. Kalau kita mengikuti
ulama’. Ya hal itu dalam rangka mengikuti ajaran nabi. Nabi tidak cukup kalau
kita jadikan sebagai imam,namun harus menjalani sunnah nabi pula. Nabi Muhammad
selalu menjaga lisan,perbuatan dan hati. Tidak pernah berbuat kemaksiatan,
kedzoliman, menggunjing orang lain, dan tidak pula membatinkan perbuatan orang
lain yang kurang benar. Namun, Apakah kita sudah menjaga lisan, hati, perbuatan
kita sendiri ?. sedikit-sedikit kita menggunjing
orang, meyakiti hati orang lain. Apakah kita sudah sama dengan akhlak Baginda
Rasul ?. Jadi, Apakah kita dapat menjawab pertanyaan malaikat ”Siapa Panutanmu
?”....
Wallahu
A’lam bisshowab
MAAF MZ YA BESAR KECIL HURUF NYA DIPER HATIIN YAAA OK
BalasHapusTrus diasah yaa
BalasHapus